Mataram, 6 Mei 2026 — Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II bagi calon Ketua DPC PKB kabupaten/kota se-NTB pada Rabu, 6 Mei 2026, bertempat di Lombok Raya Hotel. Kegiatan ini menjadi tahapan lanjutan dalam proses penjaringan kepemimpinan partai untuk masa khidmat 2026 - 2031 dengan menghadirkan tim penguji dari DPP PKB.
Seluruh peserta mengikuti sesi wawancara mendalam yang menguji kapasitas kepemimpinan, pemahaman ideologis terhadap Mabda’ Siyasi PKB, pengalaman organisasi, rekam jejak pendidikan, hingga kesiapan membangun dan mengonsolidasikan partai di wilayah masing-masing.
Salah satu peserta yang mengikuti UKK tahap II adalah H. Hardiyatullah. Dalam sesi wawancara, beliau menjelaskan secara komprehensif sejumlah pertanyaan strategis yang diajukan tim penguji, khususnya terkait pemahaman terhadap nilai-nilai dasar perjuangan PKB, kesiapan memimpin, serta komitmen menjalankan amanah organisasi.
Menurut TGH. Hardiyatullah, pemahaman terhadap Mabda’ Siyasi PKB bukan sekadar hafalan konseptual, melainkan harus diwujudkan dalam gerakan politik yang berpihak pada umat, kebangsaan, demokrasi, keadilan sosial, dan penguatan kaderisasi.
“PKB harus dibangun dengan fondasi ideologis yang kuat, tata kelola modern, dan gerakan yang terukur. Kepemimpinan partai ke depan tidak cukup hanya mengandalkan figur, tetapi harus ditopang oleh sistem yang solid dan kerja kolektif,” jelasnya di hadapan tim penguji.
Saat ditanya mengenai strategi membangun partai, TGH. Hardiyatullah memaparkan gagasannya melalui konsep Gerakan Komando PKB, sebuah simbol bahwa seluruh gerakan partai berjalan dalam satu komando: terencana, terukur, dan berdampak.
K – Kantor
Membangun dan menghidupkan sekretariat partai sebagai pusat aktivitas. Kantor bukan hanya simbol, tetapi tempat musyawarah, konsolidasi, dan pelayanan aspirasi masyarakat. Dari sinilah gerakan dikendalikan.
O – Organisasi (Struktur Pengurus)
Memastikan struktur pengurus lengkap hingga tingkat desa dan dusun. Setiap pengurus harus aktif, memiliki peran, dan terlibat dalam program. Organisasi yang hidup adalah kunci kekuatan partai.
M – Militansi (Loyalitas Kader)
Menanamkan loyalitas dan semangat juang kader. Kader bukan hanya terdaftar, tetapi siap bergerak, berkorban, dan menjaga nama baik partai dalam setiap keadaan.
A – Aksi (Program Nyata)
Menghadirkan program yang langsung dirasakan masyarakat: PKB Berzikir, PKB Dakwah, PKB Berbagi, PKB Sehat, hingga program kepemudaan seperti olahraga dan kegiatan sosial. Partai harus hadir sebagai solusi.
N – Navigasi Data
Menjadikan data sebagai kompas perjuangan. Setiap kader, wilayah, dan potensi harus terdata dengan baik. Dengan data, gerakan menjadi terarah, strategi tepat sasaran, dan target bisa dicapai secara terukur.
D – Digital (Media)
Mengoptimalkan media sosial dan platform digital sebagai sarana komunikasi, edukasi, dan penguatan citra partai. Di era ini, kekuatan media adalah bagian dari kekuatan politik.
O – Operasional (Dana)
Membangun kemandirian finansial melalui iuran, dan sumber sah lainnya. Dana yang kuat dan dikelola transparan akan menjamin keberlanjutan gerakan.
Selain itu, tim penguji juga mendalami latar belakang pendidikan serta pengalaman organisasi beliau, termasuk kiprahnya dalam dunia pendidikan pesantren, dakwah, sosial kemasyarakatan, dan pengabdian politik di legislatif.
Menjawab seluruh pertanyaan tersebut, TGH. Hardiyatullah tampil lugas dan argumentatif. Ia menegaskan bahwa membangun PKB ke depan membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan kekuatan tradisi, militansi kader, dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Pelaksanaan UKK tahap II ini diharapkan melahirkan pemimpin-pemimpin DPC PKB yang visioner, berintegritas, dan memiliki kapasitas kuat dalam membawa partai semakin kokoh menghadapi agenda politik mendatang, khususnya konsolidasi menuju Pemilu 2029.